Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Orang-orang asing adalah sumber perasaan aneh dan ganjil bagi diri kita. Sebuah keterasingan. Begitu pun sebaliknya, diri kita adalah sumber keterasingan bagi liyan. Bahkan, dalam perjalanan panjang sejarah manusia, deras terjadi betapa diri sendiri juga bisa menjadi sumber bagi keterasingan dirinya sendiri. Julia Kristeva meneliti dengan mendalam realitas panjang super problematis tersebut.…
Buku Semiotika dan Filsafat Bahasa karya Umberto Eco ini menyuguhkan analisis mendalam perihal hubungan antara bahasa, tanda, dan makna. Tiga hal itu, pada gilirannya, melahirkan proses semiosis, dan berujung pada terciptanya pengetahuan akan suatu realitas. Tanda adalah sesuatu yang bisa dan harus diinterpretasi. Demikian, tanda adalah sesuatu yang tidak hanya mewakili suatu objek, tetapi j…
Buku ini merupakan entry point bagi setiap orang yang hendak menekuni bacaan tentang filsafat Islam. Bahkan, buku ini adalah langkah awal yang perlu ditempuh oleh setiap mahasiswa filsafat, mengingat di dalam buku ini memberi ringkasan jelas dan detail, yang secara bersamaan menjelaskan tentang filsafat sarjana muslim. Sehingga, buku ini bisa dijadikan pijakan mula-mula untuk mempelajari filsaf…
Era ketunggalan peradaban memang senantiasa memicu seteru, konflik, dan relasi diskriminatif. Dalam situasi terkininya, dominasi peradaban Barat, yang dinahkodai Amerika Serikat, menjadi “hegemoni” bagi negeri-negeri Islam. Di Timur Tengah, dengan banal, bisa disaksikan jejak-jejak hegemoni itu yang terus menyisakan pertikaian, pergumulan, dan perpecahan di kalanngan warga muslim sendiri…
Hermeneutika adalah cabang pengetahuan yang berhubungan dengan interpretasi, suatu perilaku yang melekat pada kehidupan kita sehari-hari. Sebagai manusia, kita menguraikan makna artikel surat kabar, buku, masalah hukum, teks agama, pidato politik, surat elektronik, dan bahkan percakapan makan malam, pesan WhatsApp, atau apa pun setiap hari. Namun, bagaimana pengetahuan dimediasi melalui bent…
Buku ini dimaksudkan untuk membantah filsafat yang ingin melindungi diri dari komitmen terbuka yang membatasi diri atas analisis “hal-hal yang terberi” (given), berbagi jenis filsafat “murni”—analisis linguistik atau eksistensial—yang menghabiskan tenaganya dengan mendeskripsikan fenomena dan paling banter memberikan signifikansi yang sangat terbatas terhadap pemikiran kritis. Polem…
Memfilsafati realitas kehinaan, ketakutan, dan segala padanannya, beserta seluruh kekuatan yang menopangnya dan mempengaruhi kehidupan, lantas memecahkannya menjadi postulasi-postulasi yang mempengaruhi cara pandang kehidupan sesudahnya, inilah yang dihadiahkan Julia Kristeva kepada kita kini. Dalam contoh konteks sederhana, bisa saja kita berkata: “Mengapa saya merasa hina, takut, rendah, an…
Sangat berbeda dari agama, filsafat tidak berkhotbah menjanjikan surga atau mengancam dengan neraka. Misteri di balik tembok maut tidak bisa diterobos pengetahuannya, maka ia tidak berlagak tahu tentang isinya. Filsafat mengajar kita untuk menghadapi kematian apa adanya, dan hal itu mungkin dengan hidup yang baik sekarang ini dan di dunia ini. Empat renungan filosofis dalam buku ini tidak seka…