Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Text
Sebelum Cahaya : Menyelami Diri & Makna Keberadaan
“Agama itu rabun dekat, sementara sains itu rabun jauh.” Melalui pernyataan reflektif ini, Sabrang MDP mengajak pembaca menelaah ulang relasi antara dua disiplin besar yang kerap diposisikan sebagai kutub yang berlawanan: agama dan sains. Penulis menawarkan perspektif yang jernih dan argumentatif bahwa keduanya sebenarnya berdiri di atas dasar yang serupa—yakni aksioma, keyakinan awal yang tidak dapat dibuktikan secara empiris. Dalam agama, kita percaya lebih dahulu (iman) untuk memahami. Begitu pun sains: metode ilmiah tidak bisa membuktikan kebenarannya sendiri tanpa penerimaan awal terhadap prinsip-prinsip dasarnya. Penulis menunjukkan bahwa justru di titik awal yang “tak terbuktikan” itulah, sains dan agama berdiri bersama.
Tidak tersedia versi lain