Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Text
PENGANTAR PSIKOLOGI POLITIK
Dewasa ini, politik masih dipandang terpisah dari diskursus psikologi. Asumsi tersebut berangkat dari anggapan bahwa politik berjalan tanpa dicampuri oleh diskursus lain seperti ilmu psikologi. Dalam ilmu psikologi, kepribadian dan perilaku seseorang selalu melekat dan tidak terpisahkan sebagai suatu kajian. Hal tersebut meliputi karakter, kognisi, dan emosi. Ketiga komponen ini memiliki pengaruh dalam menentukan sikap dan perilaku politik seseorang. Sebagai contoh, dalam ranah psikologi politik, identitas seseorang yang didasari afiliasi partai politik mampu memengaruhi tindakan politiknya, baik dalam merumuskan maupun mengesahkan kebijakan publik. Terutama ketika orang tersebut diberikan kekuasaan politik.
Tidak tersedia versi lain