Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Text
PERILAKU AGRESIF ANAK : Persepsi Anak terhadap Peristiwa Agresif, Sel Anak dan Jenis Kelamin
Penelitian tentang perilaku agresif anak menjadi penting dan relevan hingga kini karena kasus-kasus perilaku agresif anak yang makin meningkat jumlahnya. Di Indonesia, kasus agresif oleh anak jumlahnya cukup tinggi. Beberapa kasus yang diberitakan oleh media menyebutkan bahwa perilaku agresif yang dilakukan anak timbul karena adanya perlakuan-perlakuan yang dipandang anak sebagai sebuah penghinaan atau ketidakadilan, yang kemudian ditanggapi dengan perlakuan yang sama atau terkadang lebih buruk. Banyaknya peristiwa agresif di sekitar anak dikhawatirkan akan berkembang menjadi model bagi anak yang cenderung akan diimitasi maupun dipahami sebagai sebuah tindakan yang permisif. Anak yang terpapar perilaku agresif, baik secara langsung (melalui lingkungan) maupun tidak langsung (melalui tayangan media), berpeluang menjadi pelaku tindakan agresif atau mengalami gangguan sosial dan emosional. Kemampuan anak dalam membentuk persepsi terhadap suatu peristiwa merupakan hal yang penting dalam proses terbentuknya perilaku agresif. Buku Perilaku Agresif Anak: Persepsi Anak terhadap Peristiwa Agresif, Self Anak, dan Jenis Kelamin ini secara khusus meletakkan persepsi sebagai mediator dari paparan peristiwa agresif terhadap perilaku agresif anak dengan membahas faktor internal (self dan jenis kelamin anak) dan faktor eksternal (paparan peristiwa agresif yang disaksikan maupun dialami anak dan penerimaan oleh teman sebaya) yang akan memengaruhi pembentukan persepsi pada anak.
Tidak tersedia versi lain