Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Text
Semiotika : Konstruksi Mitos dan Ideologi dalam Iklan
Buku ini mengupas bagaimana pengiklan berupaya mengonstruksi konsumen menggunakan tanda, penanda, dan petanda. Pada hubungan penanda dan petanda, Peirce (1965) menggunakan istilah ikon, indeks, dan simbol. Dengan cara ini produsen meyakini bahwa produk yang diiklankan itu bagus dan cocok untuk dikonsumsi/dipakai konsumen. Keyakinan yang sudah tertanam pada konsumen dan masyarakat akan menjadikan ideologi para pengiklan. Untuk mengetahui lebih jauh, bagaimana pengiklan membius para konsumennya, buku ini akan memperlihatkan buktinya. Buku ini merupakan hasil penelitian iklan Wardah yang mengonstruksi pelanggan tidak hanya melalui informasi, tetapi melalui struktur tanda. Signifikasi yang ditampilkan pengiklan tidak terbatas pada tanda, tetapi cara lain yang ada di luar bahasa. Signifikasi di luar bahasa ini disebut metabahasa dan mitos (Barthes, 1984). Pada metabahasa inilah terdapat makna konotatif yang kemudian menjadi mitos. Iklan ini paling banyak menggunakan media sosial dan diduga mengonstruksi konsumen dengan menggunakan konsep “Wardah: Cantik Luar Dalam, “Wardah: Cantik dari Hati”, dan “Wardah: Bermula dari yang Halal”.
Tidak tersedia versi lain