Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Buku ini dimaksudkan untuk membantah filsafat yang ingin melindungi diri dari komitmen terbuka yang membatasi diri atas analisis “hal-hal yang terberi” (given), berbagi jenis filsafat “murni”—analisis linguistik atau eksistensial—yang menghabiskan tenaganya dengan mendeskripsikan fenomena dan paling banter memberikan signifikansi yang sangat terbatas terhadap pemikiran kritis. Polem…
Memfilsafati realitas kehinaan, ketakutan, dan segala padanannya, beserta seluruh kekuatan yang menopangnya dan mempengaruhi kehidupan, lantas memecahkannya menjadi postulasi-postulasi yang mempengaruhi cara pandang kehidupan sesudahnya, inilah yang dihadiahkan Julia Kristeva kepada kita kini. Dalam contoh konteks sederhana, bisa saja kita berkata: “Mengapa saya merasa hina, takut, rendah, an…
Sangat berbeda dari agama, filsafat tidak berkhotbah menjanjikan surga atau mengancam dengan neraka. Misteri di balik tembok maut tidak bisa diterobos pengetahuannya, maka ia tidak berlagak tahu tentang isinya. Filsafat mengajar kita untuk menghadapi kematian apa adanya, dan hal itu mungkin dengan hidup yang baik sekarang ini dan di dunia ini. Empat renungan filosofis dalam buku ini tidak seka…
Makna filsafat sebagaimana lazim diajar-paksakan sebagai “cinta kebijaksanaan” sebenarnya terlalu narsis dan terkesan hanya ingin viral. Banyak orang mencoba belajar filsafat, tetapi hanya sedikit yang mau mencoba berfilsafat ke dalam dirinya sendiri. Melalui buku FIlsafat Untuk Pemalas ini, dan mulai sekarang, tinggalkan cara berfilsafat yang sudah kuno dan kedaluwarsa. Jauhi filsafat yang…
Buku ini merupakan hasil penelitian terhadap rahasia hidup orang Jepang dengan rata-rata usia di atas 100 tahun (centenarian) yang tinggal di Zona Biru. Mereka selalu bangun di pagi hari dengan semangat dan aktif bekerja di bidang yang disukai sampai tua tanpa benar-benar “pensiun”—sebuah kosakata yang tidak akan kita temukan dalam bahasa Jepang. Tak heran, jika ikigai telah mengantarkan …